Politik Dalam Pandangan Islam

Politik memang seringkali dinilai sebagai suatu yang buruk, kotor bahkan jahat. Padahal, dengan politik, perubahan keadaan, keadilan bisa diwujudkan. Dengan politik juga kesejahteraan masyarakat akan bisa didapat. Bagaimana politik dari tinjauan Islam?

Islam bukan hanya agama ritual melainkan agama ideologi yang memiliki tatanan yang sempurna. Islam sudah ada sejak Nabi Adam AS, diciptakan. Karenanya, Islam mengatur seluruh aspek kehidupan baik urusan keluarga, tata kemasyarakatan, ekonomi, prinsip pemerintahan, berpolitik dan hubungan internasional.

images

Sebagaimana dilansir dari eramuslim.com dan suaramuslim.net Islam mengatur permasalahan politik atau yang dikenal dengan istilah ‘siyasah’. Menurut terminologi bahasa siyasah menunjukkan arti mengatur, memperbaiki dan mendidik. Sedangkan secara etimologi, siyasah (politik) memiliki makna yang berkaitan dengan negara dan kekuasaan. di Indonesia berubah jadi kata siasat, maka sebenarnya orang Indonesia jangan alergi dengan bahasa arab. Karena banyak kata yang diambil dari bahasa arab. Tetapi di negeri ini yang mayoritas Islam ada saja yang orang Islamnya sendiri alergi dengan bahasa arab. Di dalam Al Qur’an orang seperti itu di sebut, Ups!!.

Kembali ke pembahasan Islam dan politik adalah dua hal yang integral. Oleh karena itu, Islam tidak bisa dilepaskan dari aturan yang mengatur urusan masyarakat dan negara, sebab Islam bukanlah agama yang mengatur ibadah secara individu saja. Namun, Islam juga mengajarkan bagaimana bentuk kepedulian kaum muslimin dengan segala urusan umat yang menyangkut kepentingan dan kemaslahatan mereka, mengetahui apa yang diberlakukan penguasa terhadap rakyat, serta menjadi pencegah adanya kedzaliman oleh penguasa.

Maka jika ada yang mengatakan bahwa Islam tidak usah berpolitik, adalah salah besar karena berpolitik adalah hal yang sangat penting bagi kaum muslimin. Jadi kita harus memahami betapa pentingnya mengurusi urusan umat agar tetap berjalan sesuai dengan syari’at Islam. Terlebih lagi ‘memikirkan/memperhatikan urusan umat Islam’ hukumnya fardhu (wajib).

Rasulullah dan Para Sahabatpun Berpolitik

Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa di pagi hari perhatiannya kepada selain Allah, maka Allah akan berlepas dari orang itu. Dan barangsiapa di pagi hari tidak memperhatikan kepentingan kaum muslimin maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslimin).

Dalam sejarah perjuangan para sahabat terdapat bukti-bukti yang menunjukkan bahwasannya agama Islam memang memiliki otoritas terhadap politik. Salah satu yang menjadi bukti sejarah perpolitikan pada masa itu adalah ketika mengangkat seorang khalifah (kepala negara pengganti Rasulullah).

Dalam mengangkat seorang khalifah, para sahabat memberikan syarat kepada khalifah agar memegang teguh Al Quran dan As Sunnah. Kenapa? Karena mereka tahu betul bahwa politik tidak bisa dipisahkan dari agama, sehingga dalam pengangkatan khalifah harus didasarkan pada pertimbangan yang terbaik, bukan suara terbanyak.

Jadi terbukti bahwa eksistensi politik sudah ada sejak jaman Rasulullah, bahkan jauh sebelum itu politik sudah ada sejak manusia mengenal kata memimpin dan dipimpin, maka politik ada saat itu.

Sayangnya, dijaman ini banyak masyarakat yang anti dengan politik. Dalam pandangan masyarakat, politik dianggap sebagai sesuatu yang berbau kelicikan, kebusukan, serta pandangan negatif lainnya. Itu karena adanya framing media dan tokoh agama yang membuat itu terjadi.

Terlebih saat ini, kita melihat ada sebagian penguasa muslim yang tidak konsisten menjalankan kebijakan politiknya di atas ketentuan hukum dan etika syariat. Akibatnya, mereka menetapkan peraturan yang menyimpang dari ajaran Islam. Maka banyak orang yang beragama Islam tidak sepakat dengan adanya politik dalam Islam.

Padahal, dalam hal ini umat muslim harus cerdas dan bisa memahami betapa pentingnya berpolitik sebagai landasan munculnya gerakan Islam melalui dua arah, yaitu secara kultural dan struktural. Aktivitas gerakan Islam secara kultural akan terfokus pada proses dakwah di suatu negara agar tetap sesuai dengan ajaran Allah subhanahu wa ta’ala, sedangkan secara struktural dapat mempengaruhi dibatalkannya atau direvisinya kebijakan-kebijakan pemerintah yang akan membawa kerugian terhadap masyarakat.

politik

Jadi sudah dipastikan bahwa berpolitik itu dihalalkan karena memiliki pengaruh besar dalam mempertahankan ajaran Islam di suatu negara asalkan tetap memegang teguh prinsip- prinsip Islam.

Ayo kita ikut dalam perjuangan/jihad perubahan dalam pemilu nanti 17 April 2019.

images (2)

Wahai umat Islam Indonesia, pilihlah calon legislatif yang membela Islam, yang ada dalam barisan ulama, yang tidak didukung oleh partai-partai yang mana saat berkuasa umat Islam di kesampingkan tetapi jika saat pemilu umat Islam diadu dan diperebutkan.

Wahai umat Islam Indonesia, pilihlah calon presiden yang jelas silsilah keturunannya, rekomendasi para ulama, tetapi ulama yang sangat di benci oleh kaum liberal, kapitalis, komunis dan munafiq. Bukan hasil rekomendasi ulama yang di senangi kaum liberal, kapitalis, komunis dan munafiq.

Ayo umat Islam kita pasti bisa menghasilkan perubahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s